• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Perdagangan Internaional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perdagangan Internaional. Tampilkan semua postingan

AKUMULASI FAKTOR DAN PERDAGANGAN INTERTEMPORAL


BAB 23
AKUMULASI
FAKTOR DAN PERDAGANGAN INTERTEMPORAL

23.1Keuntungan intertemporal dari perdagangan dan investasi luar negeri.
              Pada bab ini akan dibahas bagaimana sistem perdagangan faktor produksi terjadi pada suatu waktu tertentu. Kita dapat melakukan pertukaran barang dan faktor produksi pada hari ini serta pada masa yang akan datang atau masa depan. Contoh : suatu komoditi jagung pada dua masa waktu berbeda, yaitu masa sekarang dan  masa depan. Asumsikan adanya endowment pada komoditi jagung tersebut pada tiap periode, sehingga tidak ada produksi dan investasi.

Kurva 23. 1 intertemporal trade dengan endowment tetap

kurva23.jpg
              Kurva 23.1 menunjukkan suatu negara mencapai  tingkat kemakmuran yang tinggi dengan mengadakan pinjaman luar negri. Tetapi pinjaman dapat menyebabkan redistribusi bahkan kehilangan kesempatan kesejahteraan. Contoh : pada dua waktu periode, jadi perbedaan diantara individu – individu yang ada pada suatu periode, Generasi  pertama meningkatkan konsumsi dan kesejahteraan melalui pinjaman luar negri. Pada generasi yang akan datang, tentu akan  melakukan pengembalian pinjaman tersebut, dan itu berarti rendahnya tingkat konsumsi dan kesejahteraan yang didapatkan.
C0 dan C1 adalah konsumsi jagung masa sekarang dan masa depan, sedangkan E adalah endowment. Individu – individu pada tiap negara mempunyai pilihan identik antara current output dan future consumption yang dapat dilihat pada kurva indifference. Situasi yang ditunjukkan pada Gambar. 23.1 tidak memungkinkan untuk kemungkinan investasi produktif.
Kurva 23.2 intertemporal trade dengan investasi luar negri
kurva 23.jpg
Kurva 23.2 menyambungkan transformasi kurva IE yang menunjukkan kelebihan suatu negara untuk merubah current output menjadi future output melalui investasi.
              Contoh, jagung dapat ditanam kembali dari pada dikonsumsi. Dengan  demikian akan menghasilkan panen  yang banyak  pada output masa yang akan datang dan konsumsi dengan mengorbankan konsumsi masa sekarang. Titik E memperlihatkan transformasi atau peluang investasi.
              Pada titik A, adalah jumlah ( E0-C0a ) investasi pada periode tertentu. Hasil investasi ini meningkatkan konsumsi ( C1a – E1 ) pada periode yang akan datang. Peluang investasi ini membiarkan negara untuk meningkatkan konsumsi dengan mengorbankan konsumsi masa sekarang.
              Sekarang anggaplah bahwa negara tersebut bisa meminjam atau meminjamkan pada tingkat bunga dunia r *. Ini berarti bahwa negara ini menghadapi dunia "rasio harga" (1 r *) seperti ditunjukkan pada Gambar. 23.2. Produksi optimum bagi negara adalah untuk investasi (tanaman jagung) sampai ke titik di mana pengembalian marginal hanya sama dengan tingkat bunga dunia (yang kembali dari peminjaman jagung untuk orang asing). Ini produksi optimum diberikan oleh titik Q dimana (1 * r) hanya bersinggungan dengan IE XQ bisa. Dianggap sebagai jagung tersisa setelah tanam (investasi) pada periode 0, dan-Xi adalah panen pada periode 1. Investasi awal-periode (EQ --Xo) mengembalikan jumlah (Xi-E)pada periode mendatang.
konsumsi optimal negeri ini diberikan oleh T. titik Negara ini meminjam jumlah (Co; - XQ) pada periode awal dan melunasi (Xi - Cu) pada periode mendatang. Kemampuan untuk berinvestasi dan meminjam internasional meningkatkan kesejahteraan Ut.
23.2 Penyesuaian stok modal dalam perubahan harga internasional.
Sistem ekonomi yang sering dikarakteristikkan dengan kelambatan respon terhadap perubahan. Kelambanan ini mungkin penting untuk kebijakan ekonomi dalam beberapa kasus. Selanjutnya akan dibahas bagaimana perubahan kapital pada suatu sektor terhadap sektor lain atau perubahan total stok modal. Posisi umumnya adalah memelihara perubahan jangka panjang untuk memperkuat perubahan jangka pendek.
Kurva 23.3 perdagangan jangka panjang dan jangka pendek ( spesefik kapital )

23.jpg
Kurva 23.3 produksi jangka pendek suatu negara mencapai sektor kapital yang ditunjukkan oleh SS`. Equlibrium terletak pada titik A dan rasio harga pada P0. jika rasio harga dunia berubah permanen ke p1. Respon  jangka pendek dari ekonomi berpindah ke titik B. Peningkatan terus terjadi pada sektor modal X dan rendah pada sektor Y. Jika jumlah mesin adalah tetap tapi masa pakai habis, kita dapat merubah komposisinya : ketika sektor Y telah habis pakai, kita dapat memakai mesin pada sektor X. Perubahan pada perdagangan membuat optimal dan tepat perubahan kapital transformasi. Peningkatan kapital X dan penurunan modal Y pada harga konstan harus sama dengan peningkatan output X dan penurunan output Y. Pada jangka panjang, produksi pindah dari B ke C.
Kurva 23.4 perdagangan jangka panjang dan jangka pendek merespon perubahan harga. endogenous capital accumulation.


Gambar. 23.4. memberitahu kita bahwa titik produksi, pada rasio harga p1, bergerak dari B ke titik seperti C yang lebih dan kurang X Y diproduksi. Seperti dalam kasus Gambar. 23,3, kita menemukan bahwa perubahan jangka panjang, di mana modal diperbolehkan untuk menyesuaikan, memperkuat perubahan jangka pendek. Argumen ini juga berlaku dalam terbalik. Misalkan titik C pada Gambar. 23.4 adalah keseimbangan awal pada harga dunia ratio p1. Sekarang anggaplah bahwa perubahan rasio harga p0, menyebabkan produksi pergeseran dalam jangka pendek untuk titik D di perbatasan produksi LL '. Dalam jangka panjang, bergeser perbatasan produksi untuk S S ', dan perubahan titik produksi dari D ke A. Penyesuaian saham dalam jangka panjang menyebabkan perubahan dalam produksi yang memperkuat perubahan jangka pendek. Dalam kasus Gambar. 23.4, perubahan jangka panjang mengarah pada penurunan (per tahun) konsumsi, tapi ini sebenarnya secara optimal. Harus diingat bahwa mempertahankan persediaan modal tinggi mahal, karena konsumsi harus diserahkan untuk menggantikan depresiasi modal.

23.3Penyesuaian capital stock terhadap perubahan teknologi
Perubahan teknologi menghasilkan tanggapan dalam perekonomian yang dapat menyebabkan Versus jangka panjang serupa efek jangka pendek. Tentu saja, teknologi itu sendiri endogen ditentukan sebagian, dan kita bisa memikirkan "perubahan teknis" sebagai faktor produksi (pengetahuan modal) yang dibuat oleh suatu jenis investasi (penelitian dan pengembangan). Pada bagian ini, kita akan mempertimbangkan kasus sederhana penemuan eksogen.
Pertimbangkan model sektor-spesifik-faktor yang sama yang kita gunakan pada bagian sebelumnya, di mana tenaga kerja
bergerak diantara X dan Y sektor, tanah merupakan faktor tetap di sektor X, dan modal endogen digunakan dalam produksi Y
Kurva 23.5 improve teknologi

Gambar 23.5 menunjukkan kasus seorang pemerintah meningkatkan eksogen dalam teknologi Y-sektor. Kita berasumsi bahwa ini peningkatan teknologi hanya mengalikan keluaran lama Y oleh konstan yang lebih besar dari 1. Keseimbangan awal pada titik di perbatasan produksi SS '. Peningkatan teknologi menggeser batas produksi pada TS’ dan pergeseran produksi ke titik B pada harga konstan.
            Dalam periode kedua, tidak ada yang terjadi dari sudut pandang Depan, dan karena itu terus mengkhususkan diri dalam Y dan mengkonsumsi di A. Tapi Asing mewarisi saham lebih besar dari modal pengetahuan dalam periode kedua, dan  produksi ditampilkan sebagai pergeseran ke Y X. Luar Negeri terus mengkhususkan diri di X pada periode kedua, memproduksi di X, mengkonsumsi di B, dan menikmati utilitas 1evel U1. Tingkat pendapatan dan kesejahteraan kedua negara berbeda dalam periode kedua karena eksternalitas dinamis terhubung dengan produksi X. Selanjutnya, mengingat asumsi bahwa pengetahuan tidak terdepresiasi, pertumbuhan pendapatan di Luar Negeri dapat melanjutkan tanpa batas ke masa depan.
            Modal akan terakumulasi sampai kondisi ekuilibrium jangka panjang dan kembali akan tercukupi lagi.Batas kemungkinan produksi bergeser ke LS 'dan produksi bergeser ke titik C pada harga konstan. Produksi Y meningkatkan  dan produksi X menurun , tenaga kerja yang berlebih bergeser ke sektor Y bersama dengan modal saham yang meningkat.
Kurva 23.6: jangka panjang & jangka pendek merespon perbaikan teknologi pada Y
Gambar 23,6 menganggap kasus perubahan teknis di sektor X dalam model yang sama. Produksi awalnya di titik A pada batas produksi  S S '. Peningkatan teknologi  di X  membuat bergesernya batas produksi ke ST pada harga konstan dan bergesernya produksi ke B. Karena tenaga kerja sekarang bergeser dari Y ke X , rasio modal-tenaga kerja di Y meningkat, mendorong penurunan produk marjinal modal Y. Batas produksi bergeser ke LT dan produksi ke titik C. (Dengan modal saham menurun di Y, tenaga kerja akan beralih ke X untuk menjaga keseimbangan produk marjinal di dua sektor dalam jangka panjang, perubahan dalam produksi memperkuat perubahan jangka pendek.
Jika kapital diperdagangkan secara internasional yang disesuaikan dengan pembentukan modal dalam negeri. Perubahan dalam teknologi atau dalam harga internasional yang mengarah pada perluasan sektor padat modal (sektor Y dalam kasus ini) dan peningkatan pengembalian modal menghasilkan perubahan sekunder di mana modal ditarik ke dalam negeri.


23.4Skala ekonomi yang dinamis & akumulasi pengetahuan kapital.
Pengetahuan capital adalah model yang digunakan tidak hanya pada masa akan datang.
Contoh: penemuan formula kimia, efeknya dapat dipakai pada masa sekarang & yang akan datang. Selain itu, pengetahuan bersifat mendepresiasi, artinya tidak akan hilang dimakan waktu seperti capital, bahkan sekalipun di temukannya barang superior.
Kurva 23.7  ekonomi eksternal yang dinamis
              Gambar 23.7 menggambarkan beberapa ide pokok dan konsekuensi untuk tingkat pertumbuhan perbandingan antara dua negara. Asumsikan bahwa tanpa eksternalitas, Y diproduksi dengan hasil yang konstan oleh industri yang kompetitif. Namun produksi X, sementara juga kompetitif, menghasilkan pengetahuan baru sebagai produk sampingan dari produksi yang tersedia secara bebas untuk semua perusahaan di sektor ini. Pengetahuan baru, eksternalitas positif dalam produksi saat ini, juga diwariskan pada periode berikutnya. Artinya, produksi saat ini meningkatkan produktivitas X pada periode berikutnya. Namun, kami juga menganggap bahwa eksternalitas pengetahuan khusus negara dan menjadi hak negara hanya dalam proporsi produksi X nya.
              Dalam Gambar. 23.7, kita telah menarik batas produksi,, sebagai nonconvex sehingga negara akan mengkhususkan. Misalkan bahwa rasio harga dunia tetap p*, menghubungkan ujung perbatasan produksi. Asumsikan bahwa pada periode awal, batas produksi dua negara benar-benar identik. Asumsikan bahwa negara asal sewenang-wenang mengkhususkan diri dalam Y, memproduksi di , sedangkan negara asing sewenang-wenang mengkhususkan diri dalam X, berproduksi pada . Kedua negara mengkonsumsi pada titik A, tingkat utilitas mencapai U0.
              Pada periode kedua, tidak ada yang terjadi dari sudut pandang  negara asal, dan karena itu terus mengkhususkan diri dalam Y dan mengkonsumsi di A. Tapi negar asing mewarisi saham yang lebih besar dan perbatasan produksinya ditampilkan sebagai pergeseran pada  . pihak asing terus mengkhususkan diri di X pada periode kedua, berproduksi pada , mengkonsumsi pada B, dan menikmati tingkat utilitas U1. Tingkat pendapatan dan kesejahteraan kedua negara berbeda dalam periode kedua karena eksternalitas dinamis yang berhubungan dengan produksi X.
23.5Elastisitas pendapatan dan perubahan dalam jangka panjang dalam suatu perdagangan.
Selanjutnya kita akan membahas faktor yang menjadi penentu dalam ketidakmerataan pembangunan dalam dua negara. Asumsikan fungsi utilitas adalah homogen. . Ini adalah properti dari fungsi utilitas seperti bahwa pendapatan elastisitas permintaan terhadap semua barang sama dengan 1. Artinya, 1 persen peningkatan hasil pendapatan merupakan kenaikan 1 persen dalam permintaan untuk setiap barang
Kurva 23.8 elastisitas pendapatan terhadap permintaan


pada Gambar. 23.8. Misalkan Y adalah makanan dan X adalah manufaktur. Misalkan juga bahwa perbatasan produksi menggeser dalam X‾Y ke ‾X’‾Y fashion netral dalam menanggapi perubahan teknis. Jumlah orang yang demikian konstan dan meningkatkan pendapatan per kapita. Asumsikan akhirnya bahwa pendapatan-elastisitas permintaan sangat rendah untuk makanan dan sangat tinggi untuk manufaktur. Sebagian besar dari peningkatan pendapatan per kapita dengan demikian akan dihabiskan untuk manufaktur pada harga konstan. Pergeseran konsumsi dari Co ke C1 dengan harga konstan P0.
23.6Efek perdagangan, distorsi, dan pertumbuhan immiserizing
          Jika pertumbuhan suatu negara menghasilkan keinginan yang meningkat untuk perdagangan (misalnya, pertumbuhan terkonsentrasi di sektor ekspor), maka pertumbuhan akan menyebabkan kerusakan dalam  istilah negara perdagangan, kecuali seluruh dunia tumbuh pada tingkat yang sama atau lebih cepat. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah kerusakan yang dihasilkan dalam hal perdagangan bisa begitu parah sehingga negara ini sebenarnya dibuat lebih buruk oleh pertumbuhan. Jawabannya adalah bahwa ini memang bisa terjadi, fenomena yang disebut Sebagai pertumbuhan immiserizing.
Kurva 23.9 pertumbuhan immiserizing.

          Contoh pertumbuhan immiserizing ditunjukkan pada Gambar. 23.9. Sebuah perbaikan teknis di sektor ekspor menggeser batas produksi dari ‾y‾x ke ‾y‾x. Pada po harga awal, negara ingin perdagangan lebih, pengadaan ekspor lebih dari X dan menuntut impor lebih dari Y. istilah ini menyebabkan  perdagangan memburuk (harga relatif X  jatuh), dan kesejahteraan berkurang. Efek ini diilustrasikan pada Gambar. 23.9 oleh penurunan konsumsi dari Co ke C1 dan penurunan kesejahteraan dari U0 ke U1 pada rasio harga baru P1.Ini kemungkinan yang lebih buruk oleh peningkatan teknis. Fakta penting untuk mempertimbangkan tentang situasi yang ditunjukkan pada Gambar. 23.9 adalah bahwa negara jelas memiliki kekuatan monopoli dalam perdagangan. meningkatkan ekspor negara penawaran dan permintaan impor meningkat mempengaruhi harga dengan cara yang substansial. Ketika suatu negara memiliki kekuatan monopoli dalam perdagangan, perdagangan bebas bukan kebijakan optimal.
Sebuah tarif harus dilembagakan untuk memindahkan persyaratan perdagangan yang menguntungkan negara. Hilangnya kesejahteraan pada Gambar. 23.9 Hasil dari kenyataan bahwa negara dengan kekuatan monopoli yang terlibat dalam perdagangan bebas daripada mengoptimalkan perdagangan dengan tarif. Ini tidak adanya kebijakan mengoptimalkan berarti bahwa sebagai pertumbuhan terjadi, kebijakan perdagangan tidak disesuaikan secara optimal.
Immiserizing pertumbuhan tidak bisa terjadi jika sebuah negara mengikuti kebijakan perdagangan yang optimal. Ketika pertumbuhan terjadi, negara selalu dapat meningkatkan tarif impor (Atau pajak ekspor) sehingga meninggalkan penawaran dagang negara itu tidak berubah pada harga lama.
Maka akan ada kemerosotan dalam hal perdagangan kerugian kesejahteraan.
Kegagalan untuk memiliki kebijakan perdagangan yang optimal adalah distorsi dalam arti tertentu, dan inilah distorsi yang mengarah ke kemungkinan immiserizing pertumbuhan. Ada jenis lain dari distorsi yang juga dapat mengakibatkan kerugian kesejahteraan dari pertumbuhan.
Kurva 23.10 distorsi produksi

.




          Gambar. 23.10 menunjukkan ekonomi kecil dihadapkan dengan  rasio harga po Produksi tetap terdistorsi oleh pajak produksi X (atau subsidi produksi Y \ yang meningkatkan rasio harga di atas tingkat marjinal transformasi. Produksi awal dan titik konsumsi  masing-masing adalah Qo dan Co. Misalkan sekarang bahwa pertumbuhan ini sangat bias terhadap sektor ekspor Y. Produksi harus bergeser ke titik di perbatasan ‾X‾Y produksi baru yang memiliki kemiringan yang sama sebagai titik QoIni mungkin titik seperti Qi,. yang Hasil konsumsi lebih rendah di C1, dan dengan demikian menyebabkan immiserizing pertumbuhan.

Share:

INVESTASI LANGSUNG LUAR NEGERI DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL


RESUME BAB 22
INVESTASI LANGSUNG LUAR NEGERI DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Investasi Langsung Luar Negeri dalam OLI Framework
Investasi langsung luar negeri (FDI) adalah arus modal internasional dimana perusahaan dari suatu negara mendirikan atau memperluas perusahaannya di negara lain. Biasanya, FDI terkait dengan investasi aset-aset produktif, misalnya pembelian atau konstruksi sebuah pabrik, pembelian tanah, peralatan atau bangunan; atau konstruksi peralatan atau bangunan yang baru yang dilakukan oleh perusahaan asing. Penanaman kembali modal (reinvestment) dari pendapatan perusahaan dan penyediaan pinjaman jangka pendek dan panjang antara perusahaan induk dan perusahaan anak atau afiliasinya juga dikategorikan sebagai investasi langsung. Oleh karena itu tidak hanya terjadi pemindahan sumber daya, tetapi juga terjadi pemberlakuan control terhadap perusahaan di luar negeri. Investasi asing langsung atau FDI menjadi salah satu sumber pembiayaan (modal) yang penting bagi negara berkembang, dan mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan melalui transfer asset dan manajemen, serta transfer teknologi guna mendorong perekonomian negara.
FDI ini merupakan sumber pembiayaan luar negeri yang paling potensial dibandingkan dengan sumber yang lain. FDI lebih penting dalam menjamin kelangsungan pembangunaan dibandingkan dengan aliran bantuan atau modal portofolio, sebab terjadinya FDI disuatu negara akan diikuti dengan transfer of technology, management skill, resiko usaha relatif kecil dan lebih profitable. FDI juga membuka pasar dan jalur pemasaran yang baru bagi perusahaan, fasilitas produksi yang lebih murah dan akses pada teknologi, produk, ketrampilan, dan pendanaan yang baru.
Salah satu aspek penting dari FDI adalah bahwa pemodal bisa mengontrol atau setidaknya punya pengaruh penting dalam manajemen dan produksi dari perusahaan di luar negeri. Hal ini berbeda dari portofolio atau investasi tak langsung, dimana pemodal asing membeli saham perusahaan lokal tetapi tidak mengendalikannya secara langsung. Biasanya juga FDI adalah komitmen jangka-panjang. Peningkatan dari FDI adalah akibat dari pertumbuhan pesat perusahaan-perusahaan multinasional dalam ekonomi global.
Pendekatan “The OLI Framework” yang dikemukakan oleh Dunning (1977, 1981) mengembangkan suatu pendekatan dengan memadukan 3 teori utama FDI, yaitu: Teori Organisasi Industrial, Teori Lokasi dan Teori Internalisasi. Terdapat 3 kondisi yang harus dipenuhi jika suatu perusahaan melakukan Penanaman Modal Asing, yaitu:
(1)   perusahaan harus memiliki beberapa keunggulan kepemilikan dibandingkan perusahaan lain. Kondisi ini akan membuat suatu produk atau suatu proses produksi perusahaan lain tidak memiliki akses didalamnya seperti hak paten.
(2)   harus lebih menguntungkan dengan menggunakan keunggulan tersebut dalam kombinasi dengan paling tidak beberapa input (faktor) yang berlokasi di luar negeri. Kondisi ini akan membuatnya lebih menguntungkan untuk memproduksi di luar negeri dibandingkan memproduksi di dalam negeri dan mengekspornya ke luar negeri. Tarif, quota, biaya pengangkutan dan harga faktor produksi yang murah merupakan keuntungan dari lokasi.
(3)   harus lebih menguntungkan dengan memanfaatkan sendiri keunggulan-keunggulan tersebut daripada menjual atau meyewakan ke perusahaan lain (keuntungan internalitas pengendalian dan efisiensi).

Keuntungan Kepemilikan Timbul Karena Knowledge-Based Assets
Penjelasan variable meningkatkan konsep dari knowledge-based, firm-specific assets (FSAs). Ini adalah asset kepemilikkan dari perusahaan seperti modal manusia dari tenaga kerja, hak paten, hak cipta atau merk dagang, keterampilan manajemen atau reputasi perusahaan. Alasan mengapa knowledge-based assets meningkatkan investasi langsung luar negeri (FDI) dibanding phys­ical capital assets ialah mudah di transfer antar lokasi Negara. Contohnya, manager dapat mengunjungi banyak fasilitas produksi dengan biaya yang rendah.
Transfer Modal Pengetahuan Melalui Investasi Asing Luar Negeri
Kita dapat menyesuaikan model persaingan tidak sempurna dalam produksi yang timbul dari asset knowledge-based. Dua barang-barang ( X dan Y) diproduksi dari faktor tunggal, tenaga kerja ( L), yang mana adalah persediaan tetap ( L= Lx + Ly) dan secara internasional tak bergerak. Y diproduksi dengan return konstan oleh suatu industri kompetitif, dengan fungsi produksi yang sederhana Y- Ly. Kita akan mengukur nilai-nilai dalam kaitan dengan tenaga kerja.  Harga tenaga kerja adalah 1, pada gilirannya berarti py itu juga sama 1 ( 1 unit hasil tenaga kerja 1 unit Y). Untuk mulai memproduksi X, suatu perusahaan harus membuat biaya-biaya F ( biaya firm-specific) dan G ( biaya plant-specific) dalam kaitan dengan Y atau L. F ditujukan pada knowledge-based capital dimana gabungan dari input barang publik dalam sebuah perusahaan. F ditujukan sebagai suatu R&D Investasi penting untuk mendisain suatu produk atau suatu proses produksi.




Gambar : keseimbangan Autarki
Gambar diatas menunjukan suatu keseimbangan di mana perusahaan memproduksi X dengan laba positif. Produksi Keseimbangan ada di A, dan perbandingan harga keseimbangan di P. Suatu kurva indiferensi ditunjukkan tangen untuk P pada A. I menunjukkan total pendapatan atau GNP dalam barang Y. Tetapi total pendapatan tenaga kerja dalam Y hanya Lx + Ly- L- Y". Total pendapatan terdiri atas laba ( JY) ditambah pendapatan tenaga kerja ( YO). Garis Anggaran untuk tenaga kerja garis Y dengan slope P. Tangen Kurva indiferensi pada B menunjukkan konsumsi dan tingkat kesejahteraan tenaga kerja. Divisi total keluaran antara pendapatan tenaga kerja dan laba hanya suatu distribusi pengeluaran ekonomi tertutup.
 
Gambar : keseimbangan kesejahteraan dalam negeri
Gambar diatas menunjukkan sebuah Negara asing disebut sebagai tuan rumah bagi perusahaan multinasional (MNE). Asumsinya adalah MNE memaksimalkan laba dengan memproduksi pada titik B pada harga ratio m. I adalah total GDP. Basis dasar untuk Negara itu adalah antara manfaat dari transfer teknologi dan biaya pengembalian laba. Keuntungan atau kerugian Negara  tergantung pada titik A (konsumsi autarki) ke C. Dari gambar diatas, ada dua kemungkinan. Jika konsumsi autarki ada di titik A, Negara diuntungkan, jika di titik A', Negara itu rugi. Kondisi untuk investasi multinasional meningkatkan kesejahteraan negara penyelenggara adalah pada Pm < ACJ. Perusahaan multinasional harus menjual barang X kurang dari rata-rata biaya produksinya pada saat autarki.
Secara umum, Negara penyelenggara mendapat keuntungan dari investasi asing oleh MNE. MNE akan mengggerakkan produksi luar negeri jika meningkatkan labanya,dimana merupakan bagian dari arus pendapatan domestik. Ini tidak menyiratkan bahwa negeri di sebuah Negara lebih kaya tetapi pemilik faktor produksi menggunakan secara intensif dalam industri tertentu yang dibawa ke luar negeri mungkin dikhawatirkan permintaan akan layanan agen mereka merosot. Dengan semua faktor penentu perdagangan, kita harus ingat pembedaan antara total pendapatan suatu Negara dan distribusi pendapatan antar berbagai kelompok di dalam masyarakat.
Analisis Kesejahteraan
Kita menggunakan huruf yang ditulis dengan huruf a dan m pada saat autarki dan investasi langsung multinasional. Selanjutnya hurup p dan c menunjukkan produksi dan konsumsi. Dalam hal ini, kita melihat kondisi-kondisi yang menyiratkan keutungan dari investasi asing langsung. Untuk keuntungan Negara asing dari investasi langsung, konsumsi dengan MNE harus mengacu pada konsumsi dalam keseimbangan autarki.
pfXcm + p?Y? ^P?X° +P?Y*  (1)

Dengan MNE,  batasan neraca perdagangan adalah nilai produksi dikurangi kembalian profit yang menandai sama dengan nilai konsumsi. Dalam autarki jumlah produksi harus sama dengan jumlah konsumsi.
p?X? +P?Y™ - it - p"Xc+p?Y?       X; = Xc°       Yap = Y«  (2)

Persamaan ini dimasukkan ke dalam ketidaksamaan Eq. (1) :
p?X? + P?Y™-Tt> P?X"+ p" Y%  (3)
Bagian jadilah lebih sulit dan mungkin dilompati tanpa kehilangan kesinambungan.

Sekarang mengurangi faktor tenaga L dari kedua sisi Eq. (4) dan L dipecah ke dalam tenaga kerja yang dialokasikan untuk X dan Y.
ip?X™ - L?)+ ( p?YZ - L™)-Tt>(P?X2 - Lemah)+ ( p™Yap ) (5)

Y diasumsikan untuk menjadi kompetitif, constant-returns industri, maka laba adalah nol yang industri baik  dengan maupun  tanpa MNE ( catat bahwa Py= P™= 1 model ini).
( p?Y% - LJ1)= ( p™yj - LJ)= 0   (6)

 Persamaan (6) disederhanakan ke dalam Eq. (5), yang sekarang ditertulis seperti :
( p™X™- Jika)- IT= ( pzmXp°- LI)   (7)

            Tetapi ini dapat disederhanakan lebih lanjut, dengan mencatat bahwa istilah yang pertama didalam tanda kurung mendatangkan laba dari MNE Asing. MNE itu memulangkan semua laba, istilah ini sama dengan TT, dan demikian left-hand sisi Eq. (7) sama dengan nol.  Sekalipun MNE tidak memulangkan laba itu, tetapi masih memiliki sedikit laba, dan mereka tidak masuk ke kesejahteraan dari penduduk asing. Penyamaan (7) kemudian menyederhanakan untuk
L* X°= [ p* - AC°]X;< 0 (8)
 Terminologi Eq yang dikurung. (8) faktor ke luar produksi autarki X, meninggalkan tanda sisi sebelah kiri dari ketidaksamaan untuk tergantung pada suatu ungkapan sangat sederhana, harga yang dibebankan oleh perusahaan multinasional kurang rata-rata biaya memproduksi pada autarki yang baik. Seperti itu, suatu kondisi cukup untuk tidak ada hubunganya bermanfaat bagi investasi langsung (karena ketidaksamaan di (dalam) Eq. (2) adalah bahwa yang dibebankan pada multinasional suatu harga yang kurang dari rata-rata biaya memproduksi X pada saat autarki.

Internalisasi
Internalisasi melibatkan pertanyaan tentang mengapa suatu MNE ingin memanfaatkan asset luar negerinya dengan terbuka atau memperoleh subsidi  dibanding hanya menjual atau perijinan hak-hak untuk eksploitasi asset itu bagi perusahaan asing. Basis dasar sebagai variasi transaksi biaya-biaya melibatkan menggunakan arm's-length pasar. Walaupun biaya-biaya transaksi terbuka subsidi asing tinggi, biaya-biaya perijinan atau format lain transfer arm's-length dapat ditingkatkan. Efek kesejahteraan MNE pada suatu Negara melibatkan trade-off yang rumit antara meningkatkan efisiensi pengetahuan MNE dibanding meningkatkan kekuaatan monopoli. Kompetisi antara perusahaan multinasional menjaga biaya sampai biaya rata-rata adalah kondisi yang menguntungkan Negara penyelenggara (asing).
Sumber keuntungan internalisasi (pertimbangan untuk transfer asset secara internal) adalah gabungan input yang sama dari public-goods. Banyak contoh keuntungan internalisasi dapat ditemukan pada literatur perusahaan multinasional. (1) karena pengetahuan alami public-goods, nilai asset pengetahuan dapat dengan mudah dihapuskan  jika rahasia tersebut tidak dijaga di dalam perusahaan. Knowledge-capital asset ditransfer secara internal disbanding arm,s length. (2) asset penting dari MNE reputasi nya  untuk produk berkualitas. Contoh keuntungan internalisasi lainnya dihubungkan dengan frekwensi dari spesialisasi perusahaan multinasional di dalam) produk yang kompleks atau baru. (3) Sifat alami modal pengetahuan MNE's (teknologi kompleks atau baru) tidaklah dikenal untuk seorang pembeli potensi atau pemegang lisensi. Oleh karena itu, sulit untuk untuk meyakinkan pemegang lisensi utuk nilai produk. (4) MNE tidak berwenang dalam menentukan  bagaimana suatu produk akan dijual ke pasar yang baru, sedangkan suatu perusahaan lokal (pemegang lisensi potensial) bisa.

Share: