PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAMYANG TAK DAPAT DIPERBAHARUI



TEORI PENGAMBILAN SUMBER DAYA SECARA OPTIMAL



Ada 2 syarat yang harus dipenuhi agar terdapat pengambilan sumberdaya alam secara optimal, yaitu
1)Syarat umum yang berlaku pada produksi setiap barang yang berada dalam pasar persaingan sempurna agar dicapai suatu tingkat efisiensi yang optimum (produsen mencapai keuntungan yang maksimal) adalah harga barang yang dihasilkan harus sama dengan biaya produksi marginal.



KETERANGAN GAMBAR ;
Pada gambar diatas, seorang produsen yang menghasilkan barang Y akan memperoleh keuntungan yang maksimal apabila ia menghasilkan barang sebanyak Y* yaitu pada saat harga sama dengan biaya marginal. Tetapi kalau untuk sumberdaya alam, produksi kan ditentukan sedemikian rupa agar manfaat atau kesejahteraan masyarakat mencapai maksimum adalah pada saat harga komoditi itu sama dengan biaya marginal ditambah biaya alternative.


 2)Syarat yang kedua dari pengambilan sumberdaya alam secara optimal menyangkut   tingkah laku dari biaya alternative atau royalty atau biaya alternatif itu harus selalu meningkat sebesar tingkat bunga yang berlaku dari waktu ke waktu, atau dengan kata lain bila royalty itu dinyatakan pada harga sekarang (present value), maka ia tidak akan berobah sepanjang waktu. ini disebut sebagaisufficient condition

KEADAAN TINGKAT HARGA SUMBERDAYA ALAM

Pola perubahan royalty agar tercapai pengambilan sumberdaya alam yang dapat memberikan manfaat sosial bersih yang optimum, yaitu royalty harus meningkat dengan laju sebesar tingkat bunga. Karena royalty merupakan perbedaan antara tingkat harga yang konsumen bersedia membayar dan biaya produksi, maka harga akan terus meningkat dengan laju setinggi tingkat bunga, akan tetapi harga barang sumberdaya alam ini tidak akan mungkin akan naik tanpa batas, karena akan muncul barang-barang pengganti yang relatif lebih murah harganya
Keterangan Gambar :
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa harga akan meningkat sesuai dengan berkembangnya waktu, namun akan ada batasanya yaitu pada periode waktu T, dimana harga barang sumberdaya alam kita mencapai MCb yaitu biaya untuk memperoleh barang sumberdaya alam pengganti (misalnya batu bara) bagi barang sumberdaya alam tersebut (MC)

POLA PERKEMBANGAN PRODUKSI

Produksi akan berkurang dengan semakin habisnya sumberdaya lam yang tersimpan di dalam bumi dan ini mempunyai dampak terhadap harga barang sumberdaya alam yang bersangkutan. Sebaliknya dapat pula terjadi penemuan baru sehingga memungkinkan tidak segera habisnya sumberdaya alam dan dampaknya terhadap harga sumberdaya alam itu akan bersifat menurunkan harga. Oleh karena itu ada kekuatan yang bersifat tarik menarik yaitu antara pengambilan sumberdaya alam dan penemuan baru sumberdaya alam itu.

PENGARUH PERSEDIAAN SUMBERDAYA ALAM

Biaya pengambilan sumberdaya alam itu merupakan fungsi baik terhadap jumlah produksi maupun terhadap persediaan sumberdaya alam. Biaya pengambilan dapat positif, negatif, bahkan dapat pula netral dalam hubungannya dengan jumlah persediaan sumberdaya alam yang ada didalam bumi.
Hubungan negatif artinya  adalah bahwa dengan semakin sedikitnya sumberdaya alam yang tinggal di bumi sebagai persediaan, akan semakin tinggi biaya produksi atau biaya pengambilan sumberdaya alam itu. Hal ini menunjukan bahwa dengan semakin langkanya persediaan, nilai royalty akan meningkat jauh lebih lamban daripada tingkat bunga yang berlaku.

KETIDAKPASTIAN DALAM PENGAMBILAN SDA

vPada umumnya ketidakpastian disini dicerminkan oleh tingkat bunga yang lebih tinggi. Semakin tinggi tingkat bunga akan semakin tinggi pula tingkat kenaikan harga, dan dengan sendirinya semakin cepat pula tingkat pengambilan sumberdaya alam itu
vKetidakpastian dapat terjadi pada sisi permintaan maupun pada sisi penawaran dari sumerdaya alam. Pengaruh tingkat bunga tidak cukup menerangkan peningkatan dalam pengambilan sumberdaya alam, apabila bersama dengan itu terjadi penemuan baru sebagai hasil eksplorasi sehingga menambah persediaan sumberdaya alam
vKetidakpastian di sisi penawaran akan terjadi bila ada ketidakpastian terhadap hasil usaha eksplorasi. Ketidakpastian tidak selalu mendorong adanya deplisi dan karenanya tidak selalu mencerminkan adanya tingkat bunga yang lebih tinggi.

KETIDAKSTABILAN DIPASAR SUMBERDAYA ALAM

Ketidakstabilan di pasar sumberdaya alam akan menyebabkan pengambilan sumberdaya alam tidak efisien sifatnya. Pemilik sumberdaya alam membuat harapan mengenai harga sumberdaya alam dikemudian hari, karena tidak adanya pengetahuan yang lengkap mengenai pasar sumberdaya alam itu dikemudian hari, maka ia akan membuat keputusan atas dasar harapanya berapa banyak sumberdaya alam harus diambil dari dalam tanah untuk setiap saat.
Harapan dikemudian hari harga sumberdaya alam jauh lebih tinggi tergantung pada apa yang disebutelasticity of expectationyaitu persentase perubahan di dalam harga yang diharapkan dibagi dengan persentase perubahan harga sekarang. Apabila elasticity of substitution lebih besar dari satu, maka akan terjadi perubahan harga yang sifatnya eksplosif, sedangkan bila elastisitasnya itu sama dengan atau lebih kecil dari satu maka akan terdapat harga keseimbangan. Perkembangan permintaan dan biaya produksi akan menentukan batas harga yang diharapkan dikemudian hari.